Duhai, apakau kau akan memilih mati ketika cinta sejatimu tidak terwujudkan? Ataukah hanya bisa memeluk lutut, menangis tersedu, bersembunyi di balik pintu seperti anak kecil tidak kebagian sebutir permen ? Adalah Jim, pemuda yatim-piatu dipilih oleh Sang Penandai (Penjaga Dongeng-Dongeng), untuk mengukir kisah melupakan sang pujaan hati, Nayla. Adalah Jim, pemuda yang jangankan memegang pedang…
" Pecinta sejati tidak akan pernah menyerah sebelum kematian itu sendiri datang menjemput dirinya." Percayalah pada kalimay bijak itu. Hanya itu yang perlu dilakukan. Sisanya, biarlah waktu yang menyelesaikan bagiannya. Maka, kau akan mendapatkan hadiah terindah atas cinta sejatimu. Percayalah !
Novel tentang bacaan shalat anak 6 tahun dengan latar bencana tsunami ini sangat mengharukan. Nilai keikhlasan dengan halus di jalin pengarangnya, ke dalam plot cerita dunia kanak-kanak ini. saya membacanya dengan rasa sentimental, karena selepas tsunami saya pernah bolak balik ke lhok nga itu.
Kami bertiga berteman baik. Remaja, murid kelas sebelas. Penampilan kami seperti murid SMA lainnya. Tapi kami menyimpan rahasia besar. Namaku Raib, aku bisa menghilang. Seli, teman semejaku, bisa mengeluarkan petir dari telapak tangannya. Dan Ali, si biang kerok sekaligus si genius, bisa berubah mejadi beruang raksasa. Kami bertiga kemudian bertualang ke dunia paralel yang tidak diketahui ban…