Ibuku telah menemukannya. Laki-laki yang disiapkan menjadi pendampingku. Yang akan menikahiku, diusiaku yang telah menjelang tiga puluh tiga. Tak ada yang kurang. Semua sempura. Seorang lelaki salih, dewasa, ulet, dengan profesi mapan. Walau usianya tujuh tahun dibawahku. Akbar namanya. Aku berdebar, saat bertemu dengannya di suatu senja. Akbar benar-benar melamarku. Pernikahan ini harus dil…