Buku ini berisi tentang :-Guru yang menjadi panglima -Masa muda di cilacap -Kongres yang tidak jadi -menjadi perwira pasukan peta -Dari Ambarawa dimulai kemenangan
Soe Hok-Gie juga memberikan perhatian kepada nasib kebebasan pers yang berada dibawah bayang-bayang kekuasaan. ia berharap pers juga bisa ikut berjihad melawan korupsi dan ketidakadilan. Dalam pandangannya, bila pers disensor maka kehidupan masyarakat kecil akan kian memburuk.
Buku ini memaparkan secara komprehensif pemikiran Hatta mengenai demokrasi (untuk Indonesia). Pemikiran hatta mengenai demokrasi didasarkan pada penilaian kritisnya mengenai demokrasi Barat, yang menurutnya pincang karena hanya mewujudkan kedaulatan rakyat dibidang politik, sedangkan dibidang ekonomi berlaku kedaulatan pemilik modal.
Buku ini berisi tentang :- Etika Welas asih pembaruan -Pendidikan Kemanusiaan -Perempuan dan kebudayaan melawan takdir
Buku Suka Duka 28 Tahun Mengabdi Bersama Jenderal Besar AH Nasution berisi tentang pengalaman Bakri A.G. Tianlean sebagai asisten pribadi A.H. Nasution sejak 1973 hingga sang jendral wafat pada tahun 2000. Selama mendampingi pak Nas, banyak suka duka yang ia alami. sekian lama mendampingin Pak Nas memasuki usia senja. pada saat itu, perannya sebagai asisten pribadi menjadi amat penting. ia menj…
Buku ini berisi tentang :-Perguruan (Tuanku Koto Tuo) -Perburuan (Tuanku Nan Renceh) -Pengakuan ( Tuanku Imam Bonjol) -Penyeberangan (Sultan Abdul Jalil)
Buku ini berisi tentang :-kekuatan dan aksi revosioner -Manifestasi pergerakan golongan muda -Perumusan dan Proklamasi
Buku kecil ini berusaha memfokuskan perhatian pada rangkaian peristiwa yang terjadi di Rengasdengklok sehari sebelum proklamasi kemerdekaan, meskipun peristiwa itu hanyalah merupakan bagian dari riwayat daerah ini. Rengasdengklok ternyata memiliki sejarah lokal yang menarik untuk disimak seperti: kisah pertempuran Suroto Kunto Kanten Lukas Kustarjo dan pasukannya-Rawagede Banjir Darah."Gedung J…
Buku ini berisi tentang :-Sekelumit riwayat keluarga kartini -Tregedi Kartini -Karena ada jalan lain ke Roma -Kartini sebagai penyair Prosalirik -Cercah-Cercah surat dan efektivitas …
Abdurrahman Wahid (Gus Dur) merupakan simbol keseteraan dan pluralisme, santri neomodernis par excellence. Seorang guru bahasa dan solidarity maker. Ia menginginkan setiap orang diperlakukan setara dalam hukum, tanpa membeda-bedakan warna kulit, etnis, agama, atau ideologinya. Gus Dur menghargai mereka sebagai sesama manusia dan warga negara.