Letnan Kolonel Jon Smith, yang saat ini bekerja sebagai peneliti medis, dihubungi oleh seorang kolega Rusianya yang minta bertemu di Venice dalam waktu sepuluh hari. Namun saat mereka bertemu, sang kolega tewas dibunuh di depan matanya. Tapi sebelumnya ia sempat memberikan informasi penting pada Smith; ada yang hendak mencuri simpanan virus cacar milik Rusia. Cacar adalah virus paling mematikan…
Buku ini bercerita tentang Masa kanak-kanak di Sumatera (1897-1913), Murid sekolah guru di Harleem (1914-1916), Pindah ke Busum (1916-1919), Bersama kuli kontrak di Deli (1920-1921), Terjun ke Gelanggang Politik di Jawa (1921-1922), Dalam pembuangan di negeri Belanda, Bermukim di Uni Soviet, Pergulatan hidup di Cina (1924-1925).
Buku ini bercerita tentang Antar Hok mGie dan Idhan ke atas, Kisah Soe dan semeru, Saksi-saksi Rawamangun- Salemba, Tulisan dari " The ANgry Young Men", karangan dari kamar suram bernyamuk,.
Sekilas, Mesir, Tunisia dan Maroko tak ubahnya negara bermayoritas penduduk Islam seperti Indonesia. Benarkah ? Dede Permana Nugraha dengan rapi mencatat setiap detail perjalanannya ke ketiga negara ini. Selama menempuh studi di sana, ia cermat menggali unsur-unsur budaya, seni, pendidikan, gaya hidup, pola beragama masyarakat Muslim Arab, hingga wisata ziarah timur tengah yang sangat terkenal.…
Jilid kedua biografi Tan Malaka emnggambarkan secara rinci nasib Tan Malaka dan pengikutnya dalam tawanan. Ia difitnah sebagai dalan di balik Peristiwa 3 Juli 1946 untuk menyelubungi fakta bahwa peristiwa itu sebetulnya menyerupai kup Panglima Besar Soedirman yang ingin berkuasa. dalam risalah yang menegangkan rahasia Peristiwa 3 Juli diungkapkan. Walaupun Tan Malaka masih dalam tawanan, teman…
Dalam periode yang di bicarakan dalam jilid ketiga ini Tan Malaka masih mendekam di penjara, namun demikian ia memiliki kesempatan untuk menulis. Sementara itu para pengikutnya sekali lagi terorganisir dalam Gerakan Revolusi Rakyat. Terdapat indikasi mungkin ia akan di bebaskan. Tan Malaka di dalam sel menulis autobiografi dalam tiga jilid Dari pendjara ke pendjara. Sebuah analisis mendalam men…
Jilid pertama biografi Tan Malaka menggambarkan secara rinci kembalinya Tan Malaka, yang dalam waktu singkat bagaikan meteor di tengah kehidupan politik Indonesia. Berhadapan dengan Tan Malaka ialah empat sekawan pimpinan Soekarno, Hatta, Sjahrir, dan Amir Sjafroeddin serta gerakan komunis-sosialis yang berpengaruh dan yang menuduh Tan Malaka sebagai penganut Trotsky.
Buku ini berisi tentang Pariwisata Indonesia dan Asia dan Pasifik, Perkembangan pariwisata di Indonesia, Perkembangan studi pariwisata dan pusat syudi pariwisata di indonesia, Perkembangan regulasi dan kebijakan pariwisata di indonesia dan pariwisata dan prospek masa depan indonesia.
Buku ini berisi tentang Prospek masa depan pariwisata di indonesia, Membangun promosi pariwisata indonesia, Mengelola potensi dan keterbatasan pariwisata indonesia, memperkuat daya saing dan kinerja kelembagaan, dan Memantapkan pembangunan pariwisata di indonesia.
Buku ini berisi Pesona Pariwisata Pulau Sumatera, Pesona Pariwisata Pulau Jawa, Pesona Pariwisata Pulau Bali dan Lombok, Pesona Pariwisata Pulau Kalimantan, Pesona Pariwisata Pulau Sulawesi, dan Pesona Pariwisata Pulau Papua.