Text
Masa Pemuda Putra Sang Fajar 1919-1922: Seri Biografi Bung Karno :
Seri Biografi Bung Karno: Masa Pemuda Putra Sang Fajar : 1919-1922. Sari Pusparini Soleh. 2004. Bandung : Remaja Rosdakarya
1919, Soekarno tinggal bersama Pak Cokro (HOS Tjokroaminoto). Diceritakan, kebiasaan Soekarno yang tidak seperti kawan-kawannya yang sibuk menonton pertandingan bola. Suatu ketika, tamu Pak Cokro mengetahui keberadaan Soekarno hingga diajaklah ia untuk bergabung di ruang tamu untuk mengkritisi keadaan pada saat itu. Obrolan itu melekat dalam pikiran Soekarno. Ia bertekad menjadi seorang pecinta rakyat, pembela tanah air dan pemersatu bangsa.
Soekarno kemudian dihadapkan dengan tawaran yang begitu mencengangkan untuk membalas kebaikan Pak Cokro, yaitu berpidato untuk mewakili beliau. Ternyata, pidatonya banyak disukai karena dapat membakar semangat rakyat. Tidak hanya berjuang secara lisan, Soekarno juga berjuang menggunakan nama samaran “Bima” melalui tulisannya dalam majalah milik Pak Cokro yang bertajuk Oetoesan Hindia.
1921, Soekarno lulus HBS dan bertekad kuliah di Belanda. Tetapi karena tidak mendapatkan izin dari kedua orang tuanya, ia akhirnya memutuskan untuk kuliah di THS yang sekarang dikenal dengan ITB (Institut Teknologi Bandung). Diceritakan pula bagaimana keseharian Soekarno bersama Oetari (putri Pak Cokro) semasa di Bandung dan melakukan gotong royong bersama rakyat.
Datanglah kemudian berita yang menggegerkan: Pak Cokro ditangkap polisi. Soekarno kemudian bergegas untuk mengurus surat cuti kuliah untuk kembali ke Surabaya. Ia kemudian menggantikan tugas Pak Cokro sebagai orangtua dan ikut serta berpidato di berbagai organisasi pemuda dan buruh. Soekarno tak ingin perjuangan menuju kemerdekaan terhenti begitu saja.
Tidak tersedia versi lain