Text
Ghuffron
GHUFFRON
Ghuffron lebih memilih menjadi seorang guru mengaji, walaupun ia seorang sarjana. Kepada murid - muridnya, ia tidak pernah menentukan besarnya infak bulanan. Kendati kadang - kadang lelaki yang dipanggil dengan sebutan Ustadz itu mendapat amplop tatkala memimpin tahlilan atau kebetulan menjadi khotib di mesjid, tetapi penghasilan Guffron setiap bulannya nyaris pas-pasan kalau tidak mau dikatakan tidak cukup. Walaupun tidak pernah punya tabungan, Ghuffron merasa hidupnya berkah.
"Sebetulnya kebutuhan setiap makhluk itu sudah dijamin oleh yang Di Atas. Tak terkecuali binatang melata sekali pun -wa maa min daabatin fil ardhi illa alallahi rizquhaa- dan tidak ada suatu binatang melata pun dibumi melainkan Allah lah yang memberikan rezekinya, demikian kata Allah. Jadi kita tak perlu khawatir tidak akan bisa memenuhi kebutuhan itu. Tak perlu terlalu ngoyo. Toh jatah kita sudah ditentukan-Nya. Dan yang namanya rezeki itu tidak pernah tertukar" ujar Ghuffron.
Tidak tersedia versi lain